Pages

Rabu, 28 Desember 2011

Mauriora, Burung Kiwi Putih Langka Dari Selandia Baru


Mauriora, Burung Kiwi Putih Langka Dari Selandia Baru -  Banyak sekali ternyata di dunia in hal hal unik dan langka contohnya Seekor  burung kiwi langka dan unik berwarna putih menetas di pusat penangkaran hewan liar nasional di Selandia baru. Petugas konservasi mengumumkan, bahwa ini adalah hewan kedua setelah burung kiwi albino pertama lahir di penangkaran yang sama.

Mereka yakin anak burung memiliki induk yang sama dengan burung albino pertama--dinamai Manukura--yang tiba di fasilitas itu pada Mei. Kini petugas memberikan perawatak ekstra pada periode awal.

"Kami benar-benar dapat kejutan besar," ujar Kathy Houkamau, manajer di Pukaha, pusat penangkaran yang terletak di utara Wellington tersebut. "Memiliki anak burung putih kedua benar-benar karunia menggembirakan, terutama di akhir tahun. Kami pikir Natal datang lebih awal saat Mei, ketika Manukara menetas, namun kini datang dua kali."

Sebagian kecil burung kiwi coklat di Pulau Utara membawa gen resesiv putih yang harus dimiliki baik burung jantan dan betina sebelum menghasilkan burung albino.

 sungguh sangat menakjubkan ada dua burung dengan gen putih langka berpasangan di hutan Pukaha seluas 940 hektar sehingga memproduksi dua burung putih dalam dua musim.ungkap Petugas lapangan penangkaran Departemen Konservasi, Darren Page

"Kedua burung putih ini memiliki ayah yang sama, kami telah mengidentifikasi lewat transmiternya. Kami memang tak bisa mengidentifikasi si induk, namun kami asumsikan induknya pun sama karena gen putih sangat langka dimiliki," ujar Page.

Anak burung baru itu telah kami beri nama Mauriora, dalam bahasa Maori berarti 'kehidupan lestari'. Sedangkan burung pertama yang bernama Manukura memiliki arti 'pemilik status utama'.


Burung tidak bisa terbang ini merupakan simbol nasional Selandia Baru. Namun, keberadaannya kini terancam oleh predator termasuk tikus, kucing, bajing dan anjing hutan. Saat ini di prediksi jumlah burung unik tersebut tersisa kurang dari 70 ribu ekor dan beberapa jenis sub-spesies masuk daftar terancam punah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar