Pages

Senin, 12 Oktober 2015

Sunat Dewasa Turunkan Disfungsi Seksual

Sunat Dewasa Turunkan Disfungsi Seksual -Akhir Maret 2007, Badan Kesehatan Dunia (WHO) & The Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) merekomendasikan tindakan sunat (sirkumsisi) laki laki juga sebagai salah satu kiat penambahan buat menurunkan risiko penularan HIV terhadap laki laki heteroseksual. Elemen ini sebenarnya tak mengejutkan lantaran manfaat sunat bagi kesehatan sudah banyak diketahui. Tak heran seandainya sunat sekarang ini selain dilakukan kalangan anak-anak, melainkan pula orang dewasa yg mulai sejak menyadari manfaat sunat bagi kesehatan.

dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS dari Rumah Sunatan, menuturkan sunat pada cowok yg telah dewasa selain menurunkan risiko penularan HIV/AIDS sampai lebih dari 50 %, tetapi pula menurunkan risiko terjadinya kanker prostat; kanker penis; menurunkan risiko terjadinya kanker serviks kepada perempuan pasangannya pula menurunkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih, termasuk juga infeksi menular seksual.

“Manfaat-manfaat ini mematahkan anggapan bahwa sunat yaitu aksi kejam tidak dengan manfaat. Bahkan, Center of Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat pula sudah menganjurkan sunat yang merupakan salah satu pencegahan infeksi penyakit menular seksual,” ungkapnya.

Tidak Hanya utk mencegah penyakit, satu orang laki laki dewasa sanggup termotivasi buat lakukan sunat dikarenakan bermacam macam argumen. Sunat bisa dilakukan lantaran argumen agama atau sebab terdapat indikasi medis seperti fimosis, parafimosis, balanitis, & postitis. Argumen lain yg pun lumayan ternama yaitu argumen seksual, ialah supaya memperoleh sensasi lebih diwaktu bercinta atau demi memuaskan pasangan.

Sekian Banyak pasien, terutama yg aktif dengan cara seksual rata-rata pun kuatir bahwa sunat dapat memengaruhi performa seksualnya. Lebih-lebih tidak sedikit isu negatif yg menyebutkan bahwa sunat bakal menurunkan sensitivitas penis maka mengurangi sensasi bercinta.

Aspek ini terbantahkan lewat studi yg dilakukan di Turki terhadap thn 2004. Studi tersebut menunjukkan bahwa fungsi seksual sebelum & sesudah sunat terhadap orang dewasa tak beralih. Bahkan, sesudah sunat disaat yg digunakan utk mencapai ejakulasi makin panjang.

Tak heran seandainya studi ini menyatakan bahwa angka disfungsi seksual terhadap laki laki yg disunat lebih rendah sedikit dibanding mereka yg tak disunat, terutama terhadap laki laki yg berumur di atas 50 thn. “Meski begitu, butuh diingat bahwa sunat bukan terapi utk disfungsi ereksi,” menurutnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar