Pages

Jumat, 01 Agustus 2014

Dampak Buruk Onani / Masturbasi Dan Cara Mencegahnya

Kemampuan ereksi melemah dan Impotensi
Gangguan pada saraf parasimpatik bisa mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual. Akibatnya kemampuan ereksi melemah, bahkan pada tingkat yang parah bisa menyebabkan impotensi yakni gangguan seksual yang menyebabkan penis tidak bisa berdiri sama sekali.

Kebocoran katup air mani
Kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yag tepat juga terganggu. Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu seperti ingus sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas.

Rambut rontok dan Kebotakan
Dampak lain dari ketidakseimbangan hormon yang terjadi jika terlalu sering masturbasi adalah kerontokan rambut. Jika tidak diatasi, lama-kelamaan akan memicu kebotakan atau penipisan rambut pada pria.

Antisosial
Dampak lain yang dapat timbul akibat terlalu banyak melakukan masturbasi ialah hubungan sosial yang merenggang. Waktu Anda akan banyak tersita dengan hobi baru ini, sehingga waktu yang semestinya dihabiskan bersama pasangan, keluarga, atau teman menjadi berkurang.
Sangatlah jelas bahwa akibat negatif dari melakukan masturbasi dapat menyebabkan tubuh menjadi lemah dan loyo sehingga aktifitas kerja akan terganggu dan menjadi tidak produktif lagi. Setiap kali tubuhnya mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.
Selain itu kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan. Bagi yang melakukannya dengan tangan kosong tanpa pelumas, rasa nyeri juga bisa menyerang penis karena gesekan yang terjadi bisa menyebabkan lecet-lecet.

Masturbasi kronis
Masturbasi kronis mempengaruhi otak dan kimia tubuh akibat kelebihan produksi hormon seks dan neurotransmiter. Meski dampaknya pada setiap orang berbeda, terlalu sering masturbasi dapat memicu gangguan kesehatan seperti kelelahan, nyeri panggul, testis sakit, atau rambut rontok.
Masturbasi berkaitan dengan berkurangnya produksi testosteron dan DHT. Berkurangnya produksi testosteron juga terkait dengan kebiasaan dan gaya hidup seperti konsumsi alkohol, merokok dan berolahraga.

Jika gaya hidup cenderung normal, namun memiliki kebiasaan masturbasi sebaiknya kurangi aktivitas seksual itu untuk mengurangi keluhan. Jika keluhan tak kunjung reda, hubungi dokter untuk pemeriksaan medis.

Masturbasi kompulsif
Masturbasi ini mempengaruhi kehidupan karena sudah menjadi kebiasaan. Sebagian pria yang masturbasi enam kali sehari bisa saja merasa produktif, sementara lainnya merasa sebaliknya.
Masturbasi kompulsif dapat berdampak negatif pada pekerjaan, hubungan dengan pasangan, harga diri, keuangan, dan sosial, jika tidak dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pribadi dan hasrat.

Akibat Onani
Akibat Onani. Onani atau masturbasi adalah kebiasaan buruk yang hampir semua orang pernah melakukannya terutama laki-laki.
Onani biasanya di lakukan ketika seorang anak manusia menginjak usia 14 tahun ke atas. Onani dilakukan untuk memuaskan hasrat nafsu manusia yang tidak bisa di lampiaskan dan dilakukan sambil menggosok alat kelamin dengan tangan atau alat tertentu.

Bahaya Sering Onani
Bagi kaum laki-laki onani bisa berakibat fatal, namun ada juga sebagian orang yang menerangkan bahwa onani itu tidak mempunyai efek negatif. Maka dari itu saya himbau kepada seluruh umat manusia untuk meninggalkan perbuatan keji ini, silahkan renungi fakta-fakta yang telah di bahas pada postingan kali ini

Apakah efek samping onani memakai sabun?
Beberapa jenis sabun mengandung zat yang bersifat menimbulkan rangsangan pada lapisan dalam kulit dan bersifat terlalu kuat untuk lapisan dalam kulit, sehingga menimbulkan semacam luka lecet, iritasi dan luka pada organ reproduksi anda.

Dampak secara fisik
· Berpotensi terhadap ejakulasi dini kelak jika melakukan hubungan seksual dengan istri.
· Resiko terserang kanker prostat di usia senja makin besar.
· Kemungkinan Mr. P dan Testis ‘cepat rusak’.
· Konsentrasi susah / sulit fokus.
· Tidur tidak nyenyak / insomnia.
· Jantung berdebar terus menerus.
· Paru-paru bekerja tidak optimal / nafasnya cepat.
· Kepala sering pusing.

Dampak secara mental
· Perasaan bersalah setelah onani.
· Pada beberapa kasus, banyak anak muda yang kecelakaan ketika beraktifitas / bekerja akibat tidak fokus / konsentrasi.
· Jadi sering melamun.
· Berpotensi terserang penyakit psikologi yang bernama ‘Bipolar Disorder’ (Gangguan Bipolar), jika terserang penyakit ini akan sulit disembuhkan, obatnya adalah kekuatan iman. Hasil dari penyakit ini jika makin parah akan menjadi sex maniac / seks maniak.
· Jika sudah terbiasa onani, maka ketika ditahan untuk tidak melakukannya, sang sperma akan keluar dengan sendirinya (ini kasus paling kronis). Karena ini adalah hasil dari perintah otak yang tidak dapat ‘menahannya’.
· Mudah marah, pelampiasannya adalah onani

Berikut di bawah ini adalah efek negatif onani
· Melemahkan Semua indera
· Melemahkan alat kelamin sebagai sarana untuk berhubungan seksual, serta sedikit demi sedikit alat tersebut akan semakin melemah (lemas). dikarenakan mungkin beronani adalah pelepasan nafsu seksual yang salah. seharusnya kan dilepaskan lewat berhubungan badan dengan istri yang sah.
· Akan membuat urat-urat tubuh semakin lemah, akibat kerja keras dalam beronani demi untuk mengeluarkan air maninya.
· Sangat mempengaruhi perkembangan alat vital, dan mungkin tidak akan tumbuh seperti yang lazimnya.
· Menyebabkan anggota badan sering merasa gemetaran, seperti di bagian kaki. dsb. kaos
· Onani bisa menyebabkan kelenjar otak menjadi lemah, sehingga daya berpikir menjadi semakin berkurang, daya tahan menurun, dan daya ingat juga melemah.
· Penglihatan semakin berkurang ketajamannya, karena mata tidak lagi normal seperti semula.
· Mata menjadi cekung, tulang pipi menonjol dan ada lingkar hitam sepanjang mata.
· Masturbasi juga dapat menyebabkan pria ejakulasi dini.

Bagaimana Cara Menghentikan Kebiasaan Onani?
· Awali dengan berdoa, memohon dan bertaubat kepada Allah, untuk berhenti dari onani selamanya.
· Harus memiliki tekad, kemauan, dan motivasi yang kuat dari diri sendiri.
· Terapkan sistem “reward and punishment” yang tegas dan disiplin untuk diri sendiri. Misalnya: jika satu hari saya tidak beronani, maka saya akan “menghadiahi diri sendiri” dengan membeli es krim yang lezat atau berjalan-jalan ke pantai. Jika saya beronani satu kali saja, saya harus “menghukum diri sendiri” dengan membaca satu buku tentnag ilmu pengetahuan.
· Katakan TIDAK pada ONANI dan SEX sebelum MENIKAH!!!
· Hendaknya tidak sering menyendiri, melamun, atau menonton film yang “membangkitkan gairah”.
· Bergaullah dengan orang-orang yang alim, cerdas, sholeh, beriman, bertakwa. Hindarilah lingkungan pergaulan yang membawa Anda menuju “lembah maksiat” atau “dunia hitam”.
· Perbanyaklah beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan Anda. Jika Anda beragama Islam, maka seringlah berpuasa sunah, sholat berjamaah, sholat malam, berzikir, membaca Alquran, dsb.
· Jika Anda “hobi beronani”, berhati-hatilah atau waspadalah dengan kanker prostat! Sebab, hasil riset yang dilakukan oleh Universitas Nottingham Inggris, menyatakan bahwa pria berusia antara 20-30 tahun yang “gemar beronani” memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker prostat. Juga, Sebanyak 34% atau 146 dari 431 orang yang terkena kanker prostat sering melakukan onani mulai usia 20 tahun. Sekadar tambahan, kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di kelenjar prostat, disebabkan karena sel prostat bermutasi dan mulai berkembang di luar kendali.
· Sibukkanlah diri Anda dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat, misalnya: berolahraga, pecinta alam, membaca buku, menulis, bernyanyi, memasak, berkebun, dsb.
· Ingatlah bahwa hukum onani adalah haram, dan onani itu merupakan “zina tangan”.
· Hindari bergaul dengan teman atau sahabat yang juga “hobi beronani”. Sebab seseorang itu dapat dinilai; salah satunya dengan siapa (saja) ia bergaul.
· Mandilah secepat mungkin. Hindari untuk berlama-lama di kamar mandi.
· Hindari melihat tontonan, tayangan, gambar, video, yang “syur”, “aduhai”, atau porno, baik di internet, televisi, VCD, DVD, dsb. Hindari juga “bacaan dewasa”, “kisah panas”, atau “bumbu-bumbu seksual”, kecuali Anda sudah menikah dan akan melakukan hubungan seks
· Perbanyak aktivitas fisik, terutama jika sedang stres atau diri Anda sedang dalam keadaan tertekan.
· Lakukan semua hal, aktivitas, atau kegiatan yang Anda sukai, sepanjang tidak melanggar aturan agama dan norma.
· Temukan, kembangkan, dan salurkan semua bakat, hobi, dan kreativitas Anda semaksimal mungkin.
· Sadarilah bahwa onani hanya akan menghabiskan energi dan waktu Anda yang sebenarnya dapat Anda gunakan untuk melakukan hal-hal lainnya yang bermanfaat.
· Sibukkanlah juga pikiranmu dengan berbagai hal yang kau sukai dan jauh dari rangsangan seksual.
· Bila perlu, mintalah bantuan profesional dari ahlinya, seperti psikolog dan psikiater.
· Di tempat tidur, singkirkanlah jauh-jauh guling dan barang-barang lain yang dapat kau gosok-gosokkan ke alat kelaminmu. Selain itu, pakailah celana dan baju tertentu yang membuatmu sulit bermain-main dengan alat kelaminmu.
· Setiap kali bangun tidur, segeralah bangkit dengan penuh antusias. Jangan bermalas-malasan.
· Di mana pun, hindari pornografi atau pun yang semi porno. Jagalah pandangan mata dan pendengaran telingamu dari segala yang membangkitkan birahi.

Mudharat Zina Tangan (Onani)

Dua karakter zina tangan (onani) adalah:
· Mudah mengulanginya
Orang yang pernah melakukan onani pasti akan merasakan suatu kecanduan atau keinginan untuk mengulanginya kembali. Namun yang mereka rasakan dengan melakukan onani hanyalah suatu kebahagiaan semu dan kesenangan yang hampa. Setelah melakukan hal tersebut, si pelaku biasanya akan merasa menyesal dan minder, karena ia telah melakukan suatu hal yang diluar fitrahnya.
· Menyerang para pemuda
Hal ini adalah pembawa kehancuran umat ini, karena pemuda yang melakukan zina tangan ini tidak dapat mengendalikan syahwat mereka. Mereka menjadi pemuda yang lemah dan hanya memikirkan cara pemuas syahwat. Pemuda pun menjadi tidak bersemangat menghadapi masa sekarang dan masa depan
Mengenai mudharatnya akan dibagi menjadi 2 bagian:

· Kesehatan Fisik dan Jiwa
Onani akan menyebabkan suami tidak melakuakn bentuk jima’ (hubungan) yang lazim terhadap istri,dimana suami dituntut untuk melakukan rangsangan awal melalui kata-kata, sentuhan serta tertuntut berhubungan langsung secara normal, yang sangat berbeda dengan onani. Atau dengan kata lain, si pecandu onani akan berkurang keberaniannya untuk melakukan hubungan badan setelah menikah.
Ini adalah dampak terberat yang mungkin akan dialami setelah menikah. Pecandu onani akan mengalami pengerasan kulit kemaluan dan insting seksualnya melemah sehingga kemaluannya tidak terangsang tatkala berhubungan intim, maka sang suami akan meninggalkan istri di tempat tidurnya sambil beronani di hadapannya. Cukuplah hal ini menjadi hukuman terhadap perbuatan yang telah dilakukan setelah menikah. Dari hal-hal di atas, maka jangan heran kalo pelaku onani ini akan kehilangan bentuk dan keseimbangan dalam berhubungan intim antara suami istri dan akan menyebabkan hubungan itu berakhir dengan perceraian
Orang yang sering melakukan onani akan cenderung mengisolasi diri dan jauh dari manusia. Ia tidak dapat mencintai orang disekitarnya dan sebaliknya orang lain pun tidak mencintainya. Ia akan mengalami rasa minder yang mendalam, penyesalan, serta krisis kepercayaan diri. Ia hanya akan memperoleh kebahagian semu dan kesenangan yang hampa dari melakukan onani.
Pecandu onani hanya akan menjadi orang yang lemah dan tidak berdaya. Ia tidak dapat berpikir secara jernih karena pikirannya hanya melayang-layang ke arah pemuasan syahwat. Ia menjadi manusia yang lemah karena tidak mampu menghadapi dan mengendalikan nafsunya sendiri.

· Kesehatan Agama dan Moral

Pelaku onani yang jelas akan sering berhadast besar dan terhalang dari menunaikan shalat, masuk masjid dan membaca Al-Qur’an. Ia akan menjadi lebih mudah terjerumus dalam lubang kemaksiatan dan mulai menganggap remeh perbuatan dosa, menjauhkan diri dari ketaatan serta mendorongnya hidup menyendiri dan jauh dari manusia. Sehingga ia akan jatuh dalam lembah kehancuran dan kenistaan. Para malaikata akan menjauh darinya, rahmat tidak akan turun padanya dan Allah akan murka kepadaNya.
Kebiasaan Onani ini merupakan bentuk ketidaksabaran dan ketidaktabahan yang merupakan tanda kelemahan jiwa, pelakunya akan tumbuh namun ia tidak memiliki kekuatan dan tidak mampu berjuang. Jika hal ini terus berlanjut, ia tidak akan sukses dan terus menelan kekalahan dihadapan nafsu dan syahwat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar